Mari pergi ke Biei Flower Park, Shikisai-no-oka .


I was glad that I can coming back to japan for the second time. This time, fall season is saying hi to me the moment I arrived at Hokkaido island.

Ini juga kedua kalinya saya menaiki shinkansen dari Tokyo ke Hokkaido dengan total perjalanan hampir setengah hari. Kami tiba di furrano sekitar jam 6 malam dan langsung menunggu jemputan dari tempat kami menginap.

Lodge tempat kami menginap memiliki beberapa tipe kamar yaitu dorm, family dan couple. Kamar-kamarnya dibangun dari kayu-kayu kokoh yang menimbulkan kesan hangat sehangat pelukan mantan *eh maaf.

Saya diberikan facilitation tour terlebih dahulu oleh sang owner yang sudah berusia 60 tahunan ini. Dengan bahasa inggris yang sangat terbata, dia mencoba menjelaskan cara menyalakan air panas, jam ruang berkumpul ditutup, jam sarapan dimulai, dan juga password wifi mereka yang hanya mencakup ruang tengah saja sehingga dalam kamar saya yang wifi-less, saya tidak bisa insta story atau stalking ig calon gebetan dari sini.

Fasilitas yang diberikan lodge yang fully booked saat saya datang ini memang seadanya, bahkan toilet duduknya pun manual, tidak seperti kebanyakan toilet canggih di jepang yang sudah memiliki penghangat, ada sensasi sejuk berlebihan gitu saat pantat saya menyentuh dudukan toilet tersebut.

Oke, cukup soal toilet. Hal lain yang membuat saya merekomendasikan tempat ini adalah karena pemiliknya yang super baik. Di hari kedua saya di furrano, saya demam tinggi dan mengalami sakit kepala yang hebat. Sang owner memberikan berbagai macam obat dan suplemen yang kalau saya hitung harganya sama dengan semalam saya menginap di tempat tersebut dan dia tidak mengenakan biaya untuk itu.

ini dia ownernyaobat obatan yg dikasih si kakek

Si kakek itu pun sempat mengantarkan saya ke kota dan membawa saya ke apotek langganannya dan meminta temannya di situ untuk memeriksa keadaan saya. Di situlah saya merasa bahwa orang baik itu ada di mana-mana. Bahkan di tempat di mana saya memiliki ekspektasi yang rendah.

MENUJU BIEI

Hal yang membawa saya ke Hokkaido pada autumn saat itu adalah berkunjung ke Biei. Ada sebuah taman buatan dengan kontur berbukit-bukit yang memiliki berbagai macam jenis bunga yang berbeda di setiap musimnya. This place is so picturesque in every picture I’ve seen.

From what I read from the internet, there are many ways are written in several articles of the ‘how to get there’ keyword. I then decide to go there from the bibaushi station. Not to far, you can rent a bike from the bike rental shop or go to the flower park by foot if you have a lot of time. Taxi is also available but you need to ask the tourist information to call the taxi company to come and pick you up.

pemandangan jalanan menuju ke biei flower parkbibaushi station ntuk menuju ke shikisai no oka biei flower park

Saat itu, di biei cuaca tidak begitu baik karena mendung sepanjang hari dengan angin yang sangat kencang. Saya yang baru sembuh sakit harus memakai 4 lapis pakaian saking dinginnya wilayah biei dan furrano saat itu. Tidak baik, untuk perjaka seperti saya memakai pakaian tipis yang memperlihatkan banyak kulit saat cuaca seperti ini. Bisa-bisa pulang langsung kerokan.

Saat itu, biei flower park, dipenuhi dengan bunga dominan merah dan kuning, langit yang kelabu tapi tidak hujan, bukit-bukit coklat yang sangat luas, yang membuat sejauh mata memandang, memberikan efek menenangkan, seolah berkata, “ Tenang fan, enjoy aja cutinya, kerjaan bisa ditunda” , gitu.

Untuk saya, perjalanan ke Biei ini benar-benar menantang karena saya memaksakan fisik saya yang sudah kacau balau. Boro-boro belanja, untuk jalan-jalan aja saat itu rasanya malas sekali. But, I didn’t spend IDR 6 million ticket for staying on bed going nowhere. If I still could stand, I will follow wherever my foot take me.

Iklan

6 pemikiran pada “Mari pergi ke Biei Flower Park, Shikisai-no-oka .

  1. Kota dan penginapannya terkesan sepi sekali. Bahkan ternyata jalannya juga hampir nihil kendaraan. Ke mana semua orang? Tapi meskipun kelihatannya tidak ada orang dan pohon-pohon itu pasti berguguran, jalan dan lingkungannya bersih banget. Jepang memang terkenal dengan hal-hal itu dan dari tulisan ini saya sangat bisa merasakannya, haha. Mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa ke sana dan berjumpa dengan orang-orang baik itu. Hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s