Pengalaman Menggunakan Japan Airlines (JAL)


Selama saya bepergian ke luar negeri, hanya ada 4 airlines yang pernah saya coba. Mereka adalah Air Asia, Jet Star, Thai Lion Air dan Tiger Airways dan tidak ada satu pun dari ketiga maskapai penerbangan tersebut yang menyediakan kelas full service flight. Well, traveling in budget isn’t a crime kok. Hanya memang, sesekali harus mencoba penerbangan full service. Setidaknya sekali seumur hidup tidak apa, begitulah prinsip saya.

Dan akhirnya saya berhasil mewujudkan impian saya tersebut. Beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk mencoba menaiki Japan Airlines yang bertolak dari Jakarta ke Tokyo-Narita airport. Trip kali ini merupakan perfect combination. Pertama kali menggunakan full service airline dan juga pertama kali bertandang ke Jepang. My heart was beating really fast. Im so excited.

Japan Airlines ‘berkandang’ di terminal 2D Soekarno Hatta International Airport (SHIA). Terminal yang berada di bangunan lama ini memang sudah saatnya dipindahkan ke bangunan yang lebih bagus. Soalnya sudah tidak representative untuk dilihat. Bahkan jika dibandingkan dengan terminal 3 yang pada dasarnya merupakan budget terminal.

 

Pesawat Japan Airlines yang saya gunakan saat itu merupakan seri Boeing 767-300 dengan seating format 2-4-2. Cukup luas dan nyaman meskipun seri tersebut merupakan fleet lama yang dimiliki Japan Airlines. Tapi tidak apa-apa sih, toh masih sangat nyaman.

Setiap kursi di economy class diberikan satu buah selimut dan satu buah bantal kecil. Ruang untuk kaki lega banget. Bahkan ketika saya membawa beberapa barang di bawah kaki saya. Untuk saya space kaki itu penting, karena saya suka selonjoran ketika tidur. Hehehe.

IMG_1644

Oiya, keramah-tamahan jepang terlihat sekali dari pramugarinya yang selalu tersenyum dan sangat sopan. Di tambah lagi, sebelah saya orang jepang yang sangat sopan dan juga super rapih. Suasana jepang saat penerbangan tersebut sudah terasa dari mulai di pesawat! Hihihi. Saya makin merasa excited untuk segera sampai di Jepang!

Perjalanan Jakarta-Jepang itu sekitar 7 jam perjalanan, tentu sangat membosankan kalau hanya diam dan tertidur. Untung saja ada hiburan yang disediakan Japan Airlines (JAL). Yaitu sekotak layar yang berisi film-film Hollywood terbaru, musik-musik yang sedang hits, hingga games-games sederhana yang bisa saya nikmati untuk membunuh waktu perjalanan.

IMG_1579
Adele’s Live in Concert. So Happy!

Di awal perjalanan, sang pramugari berkeliling membagikan roti dan juga minuman. Eh tunggu deh, kok cuman roti doang? Makanan beratnya kapan dibagi? Duh padahal udah sengaja enggak sarapan supaya dapat menikmati makanan yang disediakan. Setelah bertanya ke pramugari, ternyata makanan beratnya baru dibagikan di dua jam terakhir sebelum mendarat. Dan itu masih 5 jam lagi. Gilaaaa hahahahaha. Padahal sudah sangat lapar.

IMG_1570

Perjalanan Jakarta-Jepang bisa jadi sangat dingin loh. Jadi jangan lupa untuk membekali diri dengan jaket yang tebal! Jangan seperti saya yang hanya membawa jaket kulit saja dan akhirnya sembunyi di dalam selimut tipis yang disediakan.

Ketika naik pesawat, saya ini pemerhati kebersihan toilet loh. Setidaknya, pelayanan suatu maskapai bisa saya lihat dari sini. Apakah mereka rajin membersihkan toiletnya? Maka dari itu saya langsung mengintip toilet JAL yang ternyata bersih, Syukurlah!

Fasilitas yang diberikan dalam toilet JAL lumayan lengkap. Dari toilet neck paper sampai ke sikat gigi juga disediakan. Buat kamu yang lupa membawa sikat gigi dari rumah,bisa kali ya ambil satu dan simpan di dalam tas. Lumayan kan daripada beli.IMG_1575

Setelah duduk cukup lama dengan hiburan tontonan yang disediakan JAL, mereka mengumumkan melalui pengeras suara bahwa pramugari akan segera membagikan makan siang. ALHAMDULILAAAHHHHHH… akhirnya dibagikan juga. Saya pun sangat menantikan makanan yang mereka sediakan. Saat itu praamugari menawarkan para penumpang dua macam menu dengan sebuah menu yang berisi dua gambar. Cukup efektif dibandingkan, misalnya garuda yang menawarkan pilihan menu makanan hanya dengan lisan. Sebagai seorang yang visual banget, saya merasa terbantu dengan gambar ini dibandingkan hanya menyebutkan, “Sir, would you like to have Chicken or Beef?” saja. Dan saat itu ada dua menu yang ditawarkan, hamburg steak atau chicken rice, Dan saya memilih yang kedua karena terlihat super duper enak!

Si mbak pramugari ini pun langsung memberikan saya dan penumpang asli jepang di sebelah saya makanan kami masing-masing. Dan si Jepang ternyata memilih menu yang sama. Hmm.. berarti saya tidak salah pilih. Lah wong, orang Jepangnya saja memilih makanan tersebut. Pasti enak!

 

japan airlines review
inflight meal dari JAL yang super enak

Menu nya ini cukup ribet untuk dimakan karena terdiri soba, salad, buah, yakult, roti, dan juga makanan utamanya. Ada 3 macam saus yang disediakan. Soyu, vinaigrette, dan juga keju untuk roti. CUkup banyak juga. Gimana menghabiskannya? Itulah pikiran pertama saya. Karena memang makanannya banyak dan beragam sekali. Nih gambarnya:

Soba adalah makanan pertama yang saya cicipi. Mie dingin ini ternyata lebih enak dari dugaan saya. Apalagi tambahan soyu membuat rasa mie ini semakin unik. Ah pokonya suka banget!!!

Makanan kedua yang saya makan adalah saladnya. Baru yang ketiga menu utamanya si chicken rice ini. Sebetulnya saya meniru urutan orang Jepang di sebelah saya sih. Hehehehe. Sebenernya gaperlu ditiru. Makan aja sesuka kamu loh. Dan jangan lupa untuk menyisakan ruang di perut kamu, karena setelah makanan selesai dibereskan, pramugari akan berkeliling memberikan ice cream!

IMG_1613
My very first ice cream thousands above the sea level.

Ada yang unik loh dari orang Jepang di sebelah saya ini. Yaitu dia super rapih dan bertanggung jawab! Kenapa bertanggung jawab? Karena dia merapikan sendiri tray makanannya. Memang sih saya sudah sering dengar tentang betapa rajin dan disiplinnya masyarakat jepang. Tapi saya tidak mengira bahwa dia akan sampai membereskan sendiri tray makanan tersebut. Padahal kan bisa langsung minta pramugari untuk membereskannya. Dan efeknya saya jadi ikut-ikutan membereskan tray makanan saya sendiri. Daripada malu, mending sedikit repot.

Oiya, satu lagi, orang jepang di sebelah saya ini, melipat dan membereskan kembali selimut yang dia gunakan tadi. Gila, rapih bangettt.. Selimut saya malah saya bikin hijab-hijaban karena suhu ruangan dingin banget. Hehehee.

Ini fotonya, ada salam dari mamah dedeh:

IMG_1641

 

Kira-kira begitulah pengalaman saya menggunakan Japan Airlines. Untuk yang mau ke Jepang saya sarankan menggunakan Japan Airlines karena direct flight. Selain JAL ada pilihan lain yaitu ANA airline dan Garuda Indonesia.

Demikian cerita saya, semoga membantu ya! Sayonara !

 

*Note: This trip is fully funded by AIA Insurance Indonesia

Iklan

8 pemikiran pada “Pengalaman Menggunakan Japan Airlines (JAL)

  1. Kalo dibandingkan dengan flight lain sebetulnya JAL ini terkenal lebih sempit hihihi~
    Enakan Garuda sebetulnya dengan harga yang kelihatannya mirip-mirip kalau untuk direct flight.

  2. Aku pas naik JAL, abis dibagiin snack terus nonton dan ternyata ketiduran sampai makanan dibagikan. Ada gunanya pelor, gak ngerasain perjalanan 7 jam. :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s