Mengenal Lebih Jauh Kopi di Cangkirmu ala Starbucks.


Beberapa kali saya diajak Starbucks Indonesia untuk mengikuti Digital Coffee Talk di Starbucks Reserve Grand Indonesia. Di mana pada kesempatan tersebut kita akan diajak Cupping dan juga belajar dasar tentang coffee. Kalau beruntung, kamu juga akan diajari cara manual brewing ala Starbucks dan juga menyaksikan brewing menggunakan Clover Machine.

20151228192519
Clover Mahcine Starbucks Reserve pada saat brewing.

Digital Coffee Talk diawali dengan pengenalan jenis coffee antara robusta dan Arabica. Berikut perbedaan yang saya tangkap pada saat acara berlangsung.

Arabica:

Jenis kopi Arabica biasanya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian mulai dari 1000 mdpl. Dan tanaman jenis kopi Arabica lebih rentan terhadap penyakit kerat daun. Jenis kopi ini memiliki rasa yang cenderung fruity, apalagi setelah melalui proses sangrai. Faktanya kopi jenis Arabica dihargai lebih mahal dari robusta.

Robusta:

Jenis kopi robusta memiliki bentuk oval dan memilki aroma netral dan terkadang menemukan yang bau nya manis dan rasa dari kopi robusta cenderung pahit dengan sensasi yang menyerupai rasa coklat.

 

Brewing

Pada saat digital coffee talk, kami ditunjukan presentasi membuat kopi dalam cara manual brewing dan juga menggunakan Clover Machine. Menurut pihak Coffee Master nya starbucks (barista), Clover Coffee Machine adalah salah satu coffee machine tercanggih di dunia saat ini.

20151228192622
Hasil dari brewing dimasukan ke dalam gelas kertas ini

Manual brewing ala starbucks menggunakan coffee dripper yang dilapisi filter paper dan menggunakan chamber sebagai media penampungan coffee yang menetes dari coffee dripper.

Untuk melakukan manual brewing dengan standar starbucks, siapkan beberapa hal berikut:

  • 30 gram coffee bubuk
  • Coffee dripper
  • Wadah untuk menampung, lebih baik terbuat dari bahan gelas.
  • Air panas dengan suhu 85 derajat sebanyak 380 ml untuk brewing dan air panas secukupnya untuk melakukan pre heating process.
  • Mini Whisker
20151228192650
Manual Brewing ala Starbucks

Cara untuk melakukan manual brewing adalah sebagai berikut:

  • Lakukan proses pre heating dengan membasahi filter paper pada coffee dripper dan juga wadah penampungnya (chamber). Hal ini dilakukan untuk menghangatkan alat-alat dan juga membuang zat kimia pada filter paper.
  • Buang air dari hasil pre heating.
  • Masukan kopi bubuk sebanyak 30 gram ke dalam coffee dripper.
  • Lakukan Blooming. Blooming adalah membasahi kopi bubuk selama 10 detik dengan maksud untuk merekatkan bubuk kopi ini supaya proses brewing lebih merata. Berhenti beberapa saat setelah proses blooming.
  • Lanjutkan dengan proses brewing, yaitu menuangkan air panas bersuhu 85 derajat dengan gerakan memutar secara konsisten dan air yang dituangkan juga dalam jumlah konsisten. Gerakan memutar dimaksudkan supaya memilki efek stirring pada bubuk kopi dalam dripper.
  • Setelah air habis, tunggu beberapa saat hingga proses brewing selesai. Angkat Coffee Dripper dan aduk hasil brewing kamu dengan mini whisker yang telah disiapkan. Kenapa diaduk? Karena telah terjadi layering pada saat brewing tersebut sehingga mengaduknya akan membuat rata kandungan di dalamnya.
  • Coffee pun bisa langsung kamu nikmati!

 

Coffee Tasting

Melakukan coffee tasting terdiri dari beberapa step. Ada seni tertentu dalam menikmati kopi supaya lebih nikmat dan lebih menghargai proses dari pembuatan kopi tersebut. Proses tersebut terbagi dalam empat bagian. Berikut langkahnya:

  • Smelling: Proses smelling adalah membaui kopi dicangkir kita dengan cara menghirupnya.

    20151228192645
    Smelling
  • Slurping : Proses slurping atau dalam Bahasa awamnya ‘sruput’ dilakukan secara ‘tidak sopan’ alias harus berbunyi.

    20151228192638
    Slurping
  • Locate : locate ini adalah proses di mana kamu menyebarkan kopi dalam mulut secara merata di pangkal lidah. Ini supaya kopi dapat lebih terasa.

    20151228192631
    Locate
  • Describe: Proses describe adalah menyampaikan apa yang kamu rasakan terhadap kopi tersebut. Tidak perlu takut untuk menjelaskannya. Hidung manusia memiliki sensitifitas berbeda. Bisa saja kamu mencium bau buah-buahan sementara teman yang lain seolah mencium bau coklat.

Kira-kira begitulah ilmu yang saya dapatkan dari Digital Coffee Talk by Starbucks Indonesia. Kegiatan seperti ini membuat saya dapat mengenal lebih jauh kopi-kopi yang saya minum. Karena ada seni dan filosofi dalam setiap tegukan kopi yang membuat kita mengapresiasi proses dari pembuatan kopi tersebut.

Semoga setelah ini, kamu bisa langsung membuat manual brewing versi kamu dengan ala Starbucks.

Yuk ngopi!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s