Jangan Pernah Ke Pulau Padar !


Sebelum terkaget, sebenernya ada lanjutan dari judul postingan ini, yaitu “Jangan Pernah Ke Pulau Padar Labuan Bajo Siang-siang” .

Jadi, kali ini adalah kali kedua saya pergi ke pulau padar, sebuah pulau kosong di kawasan taman nasional komodo. Pulau padar bukanlah pulau yang berpenghuni, bahkan tidak ada bangunan satupun di sini sehingga padar seolah pulau perawan yang belum pernah dikunjungi siapapun. Padar bukanlah pulau paling padat penduduknya sehingga di sini begitu sepi, tapi karena pesona kontur pulau padar yang berbukit-bukit dan bercabang seolah membentuk bintang membuat pulau ini menarik. Rasanya sangat surreal, seperti tidak nyata dengan bukit-bukit menjulang tinggi dan banyak bagian yang tampaknya belum atau tidak dapat dijamah manusia karena trekking yang terlalu curam. Bagian pulau padar yang terhalang bukit terlihat menyimpan banyak misteri! Saya sih membayangkan ada spesies dinosaurus yang masih hidup di sana dengan tenang dan akan memakan setiap manusia yang mengganggu! Tapi tentu saja itu hanya ada dalam imajinasi saya semata.

Pulau padar letaknya cukup jauh dari pelabuhan di kota labuan bajo. Sebagai salah satu pulau di gugusan terluar, maka membutuhkan sekitar 3,5 jam waktu tempuh demi mencapai tempat ini. Mungkin ketika dibaca, yang akan terbayangkan adalah perjalanan membosankan sepanjang waktu tersebut. Hal itu pula yang sempat mampir dipikiran saya sampai ketika saya mengalami perjalanan tersebut dan ternyata semua di luar dugaan! Perjalanan menuju pulau padar amat sangat menyenangkan dengan berbagai pulau yang berwarna kecoklatan dan birunya laut pun menjadikan pemandangan hari itu begitu kontras. Saya yang bahkan berencana untuk tidur malah berkonsentrasi penuh untuk mengambil foto sebanyak mungkin.

20151217205046
Perjalanan laut ke pulau padar sangatlah menyenangkan dengan pemandangan laut yang cantik dan megah

Bibir pantai pulau padar memiliki kontur yang dangkal, hal ini menyebabkan perahu yang saya tumpangi tidak dapat berlabuh di tepinya. Tentu beda kalau berlabuh di hati kamu *oke maaf*.

Lantas bagaimana cara menuju ke daratan pulau padar? Caranya, perahu harus menancapkan jangkarnya sedikit menjauhi area karang dan bibir pantai, dari situ saya dan penumpang lain menggunakan perahu kecil semacam sekoci untuk dapat sampai ke area pasir pulau padar. Semua terasa menyenangkan sampai ketika saya harus dihadapkan dengan bukit tinggi menjulang di depan mata. Menaiki bukit di pulau padar ini adalah sebuah mandatory apabila ingin melihat keindahan pulau yang sesungguhnya. Saya ini bukan atlet dan bukan pula seseorang yang menyukai olahraga. Nah dengan keadaan fisik yang biasa saja, naik-menaiki sebuah bukit menjadi pilihan yang sangat terakhir. Tapi berhubung semua peserta naik, dengan berat hati dan berat badan yang berlebihan saya mencoba menikmati trekking ini. Oh iya, saya belum sebutkan ya? Bahwa, saat itu matahari sedang berada di puncaknya. Begitu terik tanpa terlihat ada awan yang melintas di atas kepala. Semua kewalahan, air minum habis tak bersisa. Saya bahkan sempat menyerah dan duduk di bawah sebuah pohon kecil demi melepas lelah dan mengembalikan energi sebelum naik lagi ke atas. Nih potonya, lumayan lah ya, kecapean aja sempet pose.

20151217205022

Dan tadaa! Sampailah di 3/4 puncak bukit padar ini (iya, saya menyerah untuk mendaki sampai ke titik puncak paling atas). Dan HUWOW! Pemandangan di atas padar begitu super duper bagus! Bukit-bukit menjulang di sana sini, warna cokelat mendominasi, putihnya pasir pantai pun ikut serta melambai-lambai seolah ingin diselami. Pemandangan ini sangat indah dan menyenangkan sampai saya ingat .. bahwa.. saya sendiri dan tidak ada kamu di sini *halah.

20151217205029
bersama tim dari NX trip Flores
20151217205035
Pemandangan Pulau Padar Di Siang Hari
20151217205041
Pulau Padar dapat diakses melalui labuan bajo

Cuaca dan langit yang semakin terik membuat kami memutuskan untuk segera minggat dan kembali ke kapal. Pendakian yang terjal membuat jalur turun menjadi sedakit curam. Pijakan yang sedikit berkerikil pun menjadikan trek turun tidak mudah dan malah bikin gampang tergelincir. Kita harus berjalan pelan pelan dan menahan berat bedan sekuat tenaga. Di tengah cuaca yang terik, perjalanan ini menjadi berkali lipat menyusahkan, bahkan salah seorang di antara kami tersungkur lemah dan hampir pingsan. Oleh karena itu, apabila ke pulau padar pastikan memiliki kondisi tubuh yang prima dan kalau bisa datanglaah saat golden hour alias sunrise atau sunset. Kalau pengalaman pertama saya sih saat sunrise, ini dia foto-foto kerennya!

 

20151217205100
Sunrise di Pulau Padar.

Akhir kata, Jangan ke pulau padar di waktu siang !!

 

How to get there

Ada beberapa cara untuk menuju ke pulau padar. Untuk yang pertama bisa melalui Labuan bajo. Ini adalah tempat favorit para wisatawan untuk memulai perjalanan mereka mengelilingi Taman Nasional Komodo. Untuk teman-teman yang ingin melakukan one day trip pun dapat memulai perjalanannya dari sini. Satu cara lagi adalah dengan long trip melalui Lombok dan juga bali. Cari biro perjalanan yang melayani pulau padar trip dan tour.

Where to sleep

Dua tempat menginap saya kala itu adalah di luwansa hotel dan juga di la prima hotel. Untuk pelayanan yang menyenangkan dan pantai bersih plus bonus sunset yang spektakuler, saya sarankan kamu untuk menginap di luwansa hotel saja.

Tips and Trick

  • Gunakanlah sunblock dengan spf minimal 50. Selalu gunakan kembali setiap 3 jam sekali. Merek yang saya rekomendasikan adalah Banana Boat dan Cetaphile.
  • Bawa sepatu dan juga sandal. Untuk trekking di setiap pulau selalu menggunakan sepatu karena lebih aman dan nyaman. Apabila punya, bawalah sepatu khusus trekking.
  • Kamera underwater / smartphone underwater case jangan lupa untuk dibawa. Pemandangan bawah laut di komodo exceptional!
  • Silakan tambahkan sendiri apabila ada tips and trick lain.

 

*Note: All pictures were taken with Samsung NX Camera.

 

 

 

Iklan

21 pemikiran pada “Jangan Pernah Ke Pulau Padar !

  1. Wah gileee pas siang hari ya?

    Dulu sih sampe msh agak pagi, jd untung ga terik2 amat …

    Btw, pas naik juga sempet nyerah lah … tapi … foto dari atas kan udah wajib ya haha, jd makanya maksain untuk bisa 😀

  2. Hooh..jadi pengen balik lagi…dikiranya aku doank yang turunnya berasa terjal karena sepatunya kurang proper.. Aku sampai sana sekitar jam 9 pagi saja mataharinya panas sekali :p

  3. asli penasaran banget ni sama pulau padar,, hahaha lau sukses bikin gw penasaran,, langsyng cari tiket aah 😀 ajjajahahahaha

    sincerely
    jenjalanyok.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s