Hostel Review: Peace Hostel Penang – Malaysia


Hostel memang tidak terlalu mementingkan kemewahan dan fasilitas yang lengkap. Yang pentng adalah kenyamanan dan keramah-tamahan. Saya rasa ini formula paling basic dari sebuah hostel supaya menjadi favorit, ah ya satu lagi, free wifi tentunya!
Saat membooking hostel di penang dengan sortiran harga rendah-tinggi, peace hostel selalu menempati urutan pertama. Bagaimana tidak, mereka menyantumkan harga 60 ribuan untuk kamar paling murah mereka, tentunya itu sebelum pajak. Memilih sebuah tempat menginap, yang paling penting untuk saya adalah akses menuju ke tempat wisata dari hostel tersebut. Apalagi di daerah yang akses transportasinya tidak secanggih singapore dan hongkong misalnya. Dan review dari peace hostel menyebutkan bahwa hostel yang murahnya ampun-ampunan ini dekat dengan berbagai macam tempat wisata.
Hostel ini berlokasi di Jl pintal tali yang merupakan sub-jalan dari lebuh chulia, Georgetown. Cara ke hostel ini dari bandara penang international airport adalah dengan menaiki bus bernomor 401. Jangan sampai salah menaiki bus 401E, karena bisa jadi kamu akan dibawa ke arah yang bertolak belakang dengan tempat tujuan kamu. Satu yang pasti, bus di penang, hampir semua akan menuju ke komtar (pusat perhentian bis), apabila bis yang kamu naikk lewat komtar, maka sudah cukup aman, karena komtar ke Peace hostel hanya sekitar 15 menit berjalan kaki.
Jika kamu menaiki bis 401, turunlah di ujung jalan lebuh chulia, persis setelah kamu melewati mesjid yang cukup ramai yaitu mesjid keling, segera beritahukan ke driver bis perihal tujuan kamu karena kamu akan turun tidak jauh dari masjid tersebut lalu berjalan lah sedikit dan voila, kamu sampai di peace hostel!
Peace hostel cukup mudah dikenali dengan logo burung merpati, tempat ini cukup mencolok dibanding toko kusam disebelahnya. Jangan berekspektasi terlalu tinggi, hostel ini hanya menempati sebuah ruko 3 lantai. Ketika masuk kamu akan melewati smoking area di bagian luar, dan lalu area receptionist. Pastikan kamu informasikan jam check in kamu saat booking, karena receptionist ada hingga sekitar pukul 11-12 malam saja.

Receptionist saat itu cukup ramah, dan dia menawarkan saya untuk upgrade ke kamar berbentuk bunk. Saya tanya alasanya kenapa, karena kamar yang saya bookig sebelumnya adalah kamar yang hanya diberi kipas angin tanpa pendingin ruangan semacam AC. Dan saya diperingatkan bahwa ruangan bisa menjadi sangat panas. Tanpa pikir panjang saya langsung minta untuk upgrade dengan membayar beberapa ringgit saja.
Saya diajak tour terlebih dahulu sebelum diberikan bunk saya nantinya. Kamar mandi berada di di luar pintu kamar, menurut saya lokasinya cukup aneh karena kamu akan sering berhadapan dengan orang ketika selesai mandi dan hanya mengenakan handuk saja. Heehehehe..

IMG_5324

image

image

image

Setiap tamu akan diberikan sebuah locker kecil dan kuncinya. WHen i said kecil, it is literally kecil! Bahkan tas saya saja tidak cukup dimasukan ke dalamnya sehingga saya gunakan hanya untuk gadget-gadget saja supaya aman ketika ditinggalkan. Saya menyukai konsep bunk yang disediakan, dengan bunk yang saling menempel dan menumpuk juga sebuah kasur dan bantal dengan satu selimut dan gorden untuk memberi kita privasi, cukup nyaman. Perlu diperhatikan karena bunk saling menempel satu sama lain, diharapkan untuk meminimalkan gerakan yang tidak diperlukan demi
menjaga kenyamanan satu sama lain. Matikan alarm atau rubah menjadi mode getar saja supaya tidak membangunkan yang lain karena jika alarm tersebut menyala hal tersebut sangat tidak sopan dan menganggu.

Handuk tidak disediakan secara gratis, jadi kamu harus bawa sendiri atau menyewanya di receptionist. Sarapan tidak disediakan dalam hostel. Hanya ada free flow air panas dan juga teh dan gula. Untuk kopi instan dapat dibeli di receptionist seharga RM 1. Dan jika kamu ingin minuman soda, ada chiller dekat area pantry. Jangan lupa membayar setelah mengambil ya. Oiya, ada satu peraturan yang harus diperhatikan di setiap hostel. Setelah kamu menggunakan alat makan, baik itu piring, sendok, gelas, adalah wajib untuk mencucinya sendiri.
Peace hostel juga menyediakan sepeda untuk dirental dengan harga sekitar RM 8. Di penang sendiri cukup umum untuk jalan-jalan dengan sepeda karena dan ada jalur khusus sepeda di area tertentu. Percayalah, berjalan kaki saja sudah sangat menyenangkan apalagi bersepeda?
Banyak hostel di daerah georgetown penang, dan peace hostel merupakan salah satu yang layak untuk dicoba.

Ifan’s score:
Kebersihan : 8/10
Fasilitas      : 5/10
Area            : 8/10
Harga          : 8/10
Staff            : 8/10
Direction from airport       : Naik bis 401 dan turun di lebuh chulia, kemudian berjalan kaki menuju Jl. Pintal Tali (rope walk)
Where to go from around :
The camera museum, Chao fang tze museum, chocolate museum, selfie coffeeshop, mugshot coffeeshop, wheelers coffeeshop, murals trip, Food
Paradise, etc.

Iklan

6 pemikiran pada “Hostel Review: Peace Hostel Penang – Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s