Mudahnya mengajukan visa Australia


Masih banyak Negara di dunia ini yang meminta warga Indonesia untuk mengajukan permohonan visa terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah negaranya. Agak sombong sih ya mereka, hehe. Padahal, demi kemajuan pariwisata yang ujung-ujungnya menambah devisa negara terkait, kenapa harus mempersulit kunjungan dengan pemberlakuan visa? Ya.. bisa jadi karena mereka adalah negara maju sedangkan kita negara berkembang? Duh.. hidup sudah terlalu sulit untuk mikirin beginian..

Menurut Wikipedia Indonesia, Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Visa memiliki banyak macamnya tergantung dari Negara yang akan dikunjungi tersebut.

Untuk Australia sendiri punya beberapa macam jenis visa yang diantaranya visa kunjungan (tourist visa), visa bisnis (dalam rangka pekerjaan). Dan lain-lain yang dapat dilihat di sini.

Sebelum mengajukan visa, saya mencoba untuk terlebih dahulu membaca di intenet perihal apa saja yang harus dipersiapkan, karena ini merupakan pertama kalinya saya mengajukan visa apapun. Dan banyak yang bilang visa australia termasuk yang cukup sulit, yang mudah aja belum pernah, apalagi yang sulit. Beberapa kawan menawarkan bantuan untuk menghubungkan saya dengan penyedia jasa pengajuan visa Australia, akan tetapi saya bertekad untuk melakukannya sendiri. Lagipula tempatnya sangat dekat dengan tempat tinggal saya, dan duit yang harus saya keluarkan setengah juta lebih murah daripada harga yang ditawarkan calo. Jadi, saya putuskan untuk mengajukan visa Australia secara mandiri.

Dokumen yang aku bawa pada saat mengajukan visa australia. Penuh bintang ya.
Dokumen yang aku bawa pada saat mengajukan visa australia. Penuh bintang ya.

Tujuan saya ke Australia dalam rangka pekerjaan, yaitu media tour yang ditawarkan salah satu maskapai penerbangan negara tetangga. Oleh karena itu visa yang akan saya ajukan adalah business visa (subclass 600), saya mendapatkan surat rekomendasi yang menerangkan bahwa perusahaan mereka akan menanggung segala macam akomodasi yang sekiranya akan saya perlukan. Katanya sih, ini akan mempermudah proses aplikasi visa saya.

Setelah melakukan check dan recheck perihal persyaratan, inilah yang harus dipersiapkan:

  1. Form Kunjungan Bisnis stream – Formulir 1415 yang telah kita isi
  2. lembar pas foto anda ukuran foto paspor yang terbaru
  3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga
  4. Jika anda bekerja, bukti pekerjaan anda. Ini biasanya berupa surat keterangan di dalam kop surat dari perusahaan yang mencantumkan tugas anda,
  5. Jika orang lain yang memberikan dukungan untuk permohonan anda, surat keterangan dari orang tersebut yang menyatakan tujuan kunjungan anda, lama tinggal, hubungan anda dengan mereka, dan jenis dukungan yang diberikan (contoh: keuangan, akomodasi, dll). Jika orang ini berada di Australia, lampirkan bukti status mereka (contoh: fotokopi paspor Australia atau visa Australia)
  6. Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir.
  7. Sejumlah uang yang diperlukan untuk biaya visa (bisa debet atau kartu kredit dengan surcharge sebesar 3 persen)

Menurut saya cukup mudah untuk mengumpulkan dokumen yang menjadi syarat pengajuan visa di atas. Maka berangkatlah saya menuju kantor VFS Kuningan City Mall Lantai 2 No. L2-19 , berbekal informasi yang saya dapatkan, pengajuan visa Australia sangat cepat tanpa ada interview sama sekali jadi saya memutuskan untuk berangkat agak siang dan betul saja ruang tunggu cukup sepi. Ini merupakan pengalaman pertama loh saya mengajukan sebuah visa, agak deg-degan dan merasa cukup ribet karena telepon genggam harus dimatikan (bukan flight mode) saat memasuki ruang pemeriksaan di pintu pertama, kan perasaan jadi tidak tenang. Bagaimana kalau di dalam saya digoda mas-mas security? Nah loh.. Oiya, Kantor bernuansa putih ini ternyata tidak hanya melayani pengajuan visa Australia. Di dalamnya ada konter untuk menerima permohonan visa New Zealand, Inggris, dan lain lain.

Foto kantor VFS dari luar
Foto kantor VFS dari luar

Saya duduk belum terlalu lama saat pengeras suara memanggil nomor antrian saya.

“selamat pagi pak , ada yang bisa kami bantu?”

“Hai mbak, selamat pagi juga. Anu.. saya mau mengajukan permohonan visa australia untuk tujuan bisnis. Ini dokumen yang mbaknya perlukan. Tolong di-check kelengkapannya”

lalu mbak-mbak manis berkerudung hijau dan bersenyum manja ini langsung memeriksa dokumen saya dengan teliti dan..

“Okay pak, ini dokumennya sudah lengkap”

“Yakin mbak? Kalau ada yang kurang bagaimana?”

“ Nanti dari kedutaan akan menghubungi mas melalui email ya” sembari dia memastikan kembali kepada saya perihal email yang tercatat di form.

Lalu saya diminta membayar sebanyak Rp. 1.643.000 dengan rincian:

  • Logistic Fees : Rp. 183.000
  • Visa Fees     : Rp. 1.460.000

Seketika saya kebingungan karena saya tidak membawa cash yang cukup. Dan untungnya mereka menyediakan pembayaran dengan kartu kredit maupun debit card dengan tambahan surcharge sebesar 3 persen untuk transaksi tersebut. Tenang saja, mereka akan memberitahukan sebelumnya supaya pelanggan tidak merasa tercuri. Tidak seperti mantan kamu yang mencuri hati lalu pergi begitu saja #halah

nanti kamu bakalan dapat tanda terima. Jangan sampe ilang ya. Disitu ada kode untuk tracking status visa kita udah sampai di mana
nanti kamu bakalan dapat tanda terima. Jangan sampe ilang ya. Disitu ada kode untuk tracking status visa kita udah sampai di mana

Visa kita statusnya dapat dicheck di website mereka dengan memasukan kode yang kamu terima di payment note, masukan kode tersebut di sini . Sehari setelah apply, saya mendapatkan email yang menyatakan bahwa saya kurang dokumen keterangan kerja. Aneh deh mbaknya, katanya dokumen saya sudah lengkap. Tapi malah dapat email beginian. Akhirnya, saya kudu dua kali ke vfs kuningan untuk melengkapi dokumen tersebut. Dan, voila ! Besoknya saya mendapatkan keterangan bahwa visa saya dikabulkan untuk single entry maksimal sampai 3 bulan dan berakhir pada 18 maret 2015 . Hmm.. lumayan lah. Next time kudu nyoba ambil visa turis yang katanya sedikit agak lebih ribet untuk kelengkapan dokumennya. Anyway, kamu sendiri kapan mau coba apply visa australia?

Iklan

9 pemikiran pada “Mudahnya mengajukan visa Australia

  1. *baca paragraf pertama*

    Salahkan juga banyak warga indonesia yang jadi imigran gelap fan. Jadi ya wajar kalau mereka memasang proteksi. Cek di Jepang tuh, imigran gelap asal indonesia banyak BINGITZ !

    Lumayan sekarang pengajuan visa ke Jepang jadi enteng, jaman aku pertama kali ke Jepang tahun 2004 jangan harap gampang kek sekarang.

    1. mungkin suatu saat nanti australia juga akan gampang dan murah mas. apalagi dengan kasus yang terjadi sekarang soal warga negara mereka yang akan dihukum mati oleh kita. berabe dah urusan diplomatik.

  2. halo

    Memesan cara yang cepat dan nyaman untuk membayar tagihan dan pinjaman baru dan proyek untuk tingkat bunga 2% hubungi kami untuk memulai; (Businessfinances@hotmail.com) Layanan ini dibayarkan kepada dua individu, perusahaan, bisnis pria dan wanita. Jumlah pinjaman bervariasi dari jumlah pilihan yang tersedia.

    Terima kasih.
    Bapak. Larry Perez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s