Perjalanan penuh tantangan : Keindahan Gua BuniAyu .


Hutan yang rindang dan warna hijau yang mendominasi, menemani perjalanan saya menuju sukabumi. Starting point dari Cilandak Town Square yang saat itu sepi, memakan waktu hampir 6 jam menuju ke Gua Buniayu. Seharusnya lebih singkat dari ini, mungkin karena jalanan yang sedikit agak macet saat melewati pasar pagi yang dikerumuni ibu-ibu menenteng bahan makanan pokok untuk segera dihidangkan kepada keluarga. Sungguh pemandangan langka untuk saya yang saat ini hanya mengenal kantor dan kamar tidur. Seketika, saya rindu ibu saya =)

                Sebenarnya, rekreasi menelusuri gua tak pernah menjadi list tujuan favorit. Tapi hidup hanya sekali, bukan? Dan terlalu singkat untuk dihabiskan dengan tidak menyukai atau membenci banyak hal. Maka dari itu saya memberanikan diri keluar dari comfort zone untuk berwisata memasuki gua vertikal Buniayu yang dapat dimasuki dengan cara “menggelantungkan diri” setinggi 15 meter. It was amazing!

Image
Memasuki Gua Khusus (Photo by Dekahasby)
Image
Mulut Gua Buniayu (Foto by dekahasby)

                Memasuki area buniayu, kita akan disambut sebuah gapura. Amat mudah mengidentifikasi pintu masuk kawasan gua buniayu meski amat tidak terawat tempatnya.Hutan yang rimbun menemani perjalanan saya mendekat ke desa terdekat, tempat dimana gua tersebut berada. Oiya, untuk berwisata disini, alangkah baiknya mengambil paket yang tersedia di sana. Mengingat kita tidak mengetahui medan yang ada di dalam perjalanan tersebut. Tentunya demi keamanan dan kenyamanan. Saat itu saya mengambil paket plus menginap di bale yang ada disana. Paket tersebut sudah termasuk makan siang, pagi dan malam dengan cita rasa pedesaan yang khas dan nikmat. Bayangkan makan ayam goreng dengan nasi yang masih penuh kepulan asap. Nasi yang dimasak bukan dengan magic jar, ditambah sambal dadakan pedas khas sunda. Lidah kita seakan menjadi tamu yang dilayani dengan baik.

Image
Tawa hangat dalam suasana makan siang
Image
Sisi lain buniayu. Pedesaan penuh kebun 🙂

             Image   Wisata gua di buniayu terdiri dalam dua bagian. Pertama adalah Gua umum. Gua ini merupakan bagian yang diperuntukan bagi siapa saja, maksudnya, kita tidak memerlukan peralatan khusus, bahkan saya memasuki gua ini hanya mengenakan sendal jepit dan celana pendek.

Keesokan paginya, giliran gua khusus yang saya eksplor. Nah, kali ini semua peserta harus mengenakan peralatan khusus yang dapat disewa di tempat. Semua disediakan dari mulai safety helmet sampai boots. Yang harus kita persiapkan sendiri adalah lampu senter dan mental tentunya. Karena sekali masuk, kita tidak akan bisa mundur lagi. Ini dikerenakan mulut gua yang vertikal akan menyulitkan evakuasi. Satu-satunya jalan adalah tetap maju dan memberanikan diri.

Image
Briefing terlebih dahulu (photo by DekaHasby)

Area pertama yang kita lewati adalah bebatuan gua yang menurun. Harus hati-hati melangkah mengingat tempat yang licin. Kejutan selanjutnya yang saya temui adalah sungai bawah gua, berbagai jurang.. engg.. tunggu, saya belum menceritakan soal jurang ini. Tentunya bukan gua jika tidak ada celah gelap yang apabila kita terjerembab, kita tidak akan tau akan mendarat di sisi bumi bagian mana. Sebaiknya hati-hati, karena guidepun tidak membawa peralatan evakuasi yang lengkap. Panjang gua mencapai 3 kilometer lebih, membawa banyak peralatan hanya akan menambah berat perjalanan. Memiliki kewaspadaan yang tinggi amat disarankan. Selain bebatuan dan jurang, gua ini pun “dilengkapi” genangan air yang cukup dalam hingga mencapai kedalaman sekitar 1 meter. Jika kamu berencana kesini, pastikan tidak saat dalam keadaan hujan karena air akan memenuhi isi gua. Hal ini akan merepotkan karena kita harus menyelam dan berenang untuk melewati gua buniayu ini.

Setelah perjalanan hampir mencapai 2 jam, saya bahkan belum mencapai setengah rute. Saat itu guide meminta kami untuk duduk dan beristirahat. Lalu dia mulai bercerita tentang pengalamannya selama bekerja menjadi pemandu. Kami begitu khidmat dan takjub mendengarkannya. Lalu tiba dimana beliau meminta kami mematikan seluruh penerangan kami untuk merasakan kegelapan abadi.

Image
beristirahat (Photo by DekaHasby)

                Ayo mas dan mbaknya matikan penerangannya. Senter dan penerangan lainnya harus dimatikan. Rasakan kegelapan abadi. Kegelapan yang begitu pekat”

Saya dan peserta lain mengikuti perintah si pemandu dan lalu tetiba seluruh ruang gua menjadi sangat gelap. Begitu pekat dan tidak dapat melihat apapun. Mata manusia yang seharusnya mampu beradaptasi pada tingkat kegelapan tertentu harus menyerah berusaha mencari setitik cahaya. Saya merasakan semua pasrah, semua peserta lalu terdiam dan menikmati keheningan gua, gemericik air di kejauhan sempat tertangkap telinga yang mencoba mendengar semampunya. Tetiba pemandu berbicara sesuatu.

                “bagaimana perasaannya merasakan kegelapan abadi ini? Yang biasanya pergi ke mall, sekarang merasakan gelapnya isi bumi”

                “sebaiknya kenalilah bumi ini, sebelum kita dikebumikan”

Tetiba dada saya penuh akan sesuatu yang asing, tubuh saya ikut merinding. Saya merasakan begitu kecilnya diri ini ditengah kemegahan Tuhan. Betapa saya sering lupa akan besarnya kekuasan Ia, dan selalu terlambat untuk merasa bersyukur dalam banyak hal.

Kami semua diam, ditenggelamkan pikiran masing-masing..

Setelah selesai dan keluar dari gua buniayu, kami diajak membersihkan diri di air terjun bibijilan. Air terjunnya cukup bening dan begitu dingin sehingga memberi efek menyegarkan bagi tubuh yang sudah dilanda lelah.

Sungguh pengalaman menakjubkan yang disuguhkan gua buniayu. Jika ingin kesini, coba cari teman trip bersama agar lebih menyenangkan. Atau gunakan jasa berbagai trip organizer seperti akun twitter @savefunvacation yang rajin mengadakan perjalanan bersana backpacker-backpacker.

Semoga info ini membuatmu tertarik mengunjungi tempat wisata indonesia ya. Selamat bersiap-siap wisata!

Iklan

24 pemikiran pada “Perjalanan penuh tantangan : Keindahan Gua BuniAyu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s