Pekan Kondom Nasional 2012: Kondom? HIV/Aids? Apa itu?


gambar diambil dari sorotnews.com gambar diambil dari sorotnews.com

Kondom? Untuk apa? Emang Penting?

DKT dan KPAN telah mencanangkan Pekan Kondom Nasional untuk ke-enam kalinya.  Edukasi tentang HIV/AIDS di  12 kota besar seluruh Indonesia.

Pertanyaannya, apakah edukasi tentang kondom yang disematkan dalam acara Pekan Kondom Nasional ini penting untuk diadakan? Jawabannya TENTU SAJA!

Kepentingan akan tingkat kesadaran masyarakat indonesia tentang kondom masih belum meluas. Padahal ini adalah masalah yang cukup krusial. Penggunaan kondom dapat menekan laju populasi yang terus meningkat dan yang paling penting adalah menghindari penyebaran virus HIV/AIDS yang dapat menular melalui hubungan seksual. Penggunaan kondom menjadi pengaman yang paling mudah untuk diaplikasikan masyarakat dan saat ini kondom amat sangat mudah dibeli. Tapi sayangnya banyak yang menganggap penggunaan kondom tidak praktis. Padahal, kondom dapat mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan mencegah pula penularan penyakit seksual yang diakibatkan dari kehidupan seks yang tidak sehat. Mereka tidak peduli dengan akibatnya tersebut. Tetapi saya memilih untuk peduli!
Stop aids! (gambar diambil dari videoanywhere.co.uk ) Stop aids! (gambar diambil dari videoanywhere.co.uk )

HIV/AIDS , apa itu?

HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah,maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC,diare,sakit kulit,dll.

Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS,yaitu :
A =Acquired (didapat)
I =Immune (kekebalan tubuh)
D =Deficiency (kekurangan)
S =Syndrome (gejala)

HIV /AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang.

Seseorang dapat terjangkit virus HIV,apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang. Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian.  Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ). *perhatikan kata kematian, separah itulah akibatnya*
Penderita HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati. Bahkan tanpa pengobatan banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama. Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat kerusakan pada sistim kekebalan tubuh. Dengan pengobatan tersebut banyak penderita HIV dapat hidup sehat dan bahagia.

Oiya, HIV hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti:

  • Darah
  • Cairan vagina
  • Cairan sperma
  • Air susu ibu

Bagaimana sih cara penyakit HIV/AIDS itu menular?

  • Hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS,berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak menggunakan alat pelindung (kondom)
  • Kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV
  • Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya

HIV tidak menular melalui:

  • gigitan nyamuk
  • orang bersalaman
  • berciuman
  • orang berpelukan
  • makan bersama
  • tinggal serumah

Nah, karena sudah tau apa yang tidak membuat virus HIV/AIDS ini menular, kamu jangan menjauhi pengidap HIV/AIDS ya. Kasian loh.. mereka masih sama kok seperti kita. Malah kita seharusnya memberi mereka dukungan. Baik secara moral maupun bantuan materi.

Bagaimana mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS?

 
WE ALL HAVE AIDS WE ALL HAVE AIDS

Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV, belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela.
Walaupun belum bisa terlihat,orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah.Kalau sudah ditemukan,maka pengidapnya disebut HIV positif. Pada masa ini, ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa. Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Tanda yang menyolok pada penderita AIDS adalah diare yang terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, kanker kulit, sariawan, dan berat badan yang turun secara menyolok.
Nah pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS).Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.

PEKAN KONDOM NASIONAL 2012

Untuk ke-enam kalinya, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama dengan DKT Indonesia kembali menyelenggarakan Pekan Kondom Nasional (PKN) mengajak kepedulian dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan HIV/AIDS.

Saya senang ada kegiatan ini. Karena hal ini berarti, kita masih peduli tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari perilaku seks bebas yang tidak menggunakan kondom. Pola pikir dan opini masyarakat tentang seks harus dibuka selebar-lebarnya. Mereka harus menerima input yang tepat tentang informasi mengenai seks dan penyakit menular yang dapat menyebar melalu perilaku seks yang tidak sehat. Ini menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan pengetahuan tentang bahayanya HIV/AIDS melalui sosialisasi yang diadakan secara rutin dari satu daerah ke daerah lainnya.
Nafsiah Mboi Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, angka pengidap HIV/AIDS di Indonesia dari kalangan usia 20-29 tahun cukup tinggi. Hal itu dinilai memprihatinkan, karena bisa disimpulkan penderita mulai terkena infeksi sejak lima tahun sebelumnya, atau pada usia 15 tahun

Menurut Nafsiah, pemerintah menggunakan pendekatan komprehensif dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Untuk upaya pencegahan, pemerintah menekankan pentingnya pendidikan agama untuk mencegah perilaku seks bebas, pendidikan moral, narkotika, serta kesehatan reproduksi.

Upaya pencegahan lainnya adalah imbauan mengenakan kondom bagi pelaku seks berisiko. Terlebih angka penularan HIV/AIDS lewat transmisi seksual tergolong tinggi. “Misalnya ada laki-laki yang terinfeksi HIV, dia bisa menularkan ke istrinya. Bahayanya, sang istri juga bisa menularkan ke bayi mereka.”

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kemal Siregar menambahkan, lembaganya terus melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan kondom, terutama di lokasi perilaku seks berisiko. Tantangannya selama ini adalah masih kurangnya tenaga medis dan konseling bagi penderita HIV/AIDS dari kalangan lelaki berperilaku seksual risiko tinggi.

Ada beberapa kegiatan dari Pekan Kondom Nasional 2012 untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia, seperti :

  1. Konser Goyang Sutra diselengarakan di Lapangan Kopasus, Cijantung, Jakarta yang bersifat menghibur dan mendidik masyarakat tentang pentingnya penggunaan kondom untuk pencegahan HIV/AIDS. Selama konser ini berjalan, para artis dan selebriti seperti Julia Perez, Zaskia, Ikke Nurjanah, dan Fitri Carlina mengingatkan masyarakat melalui pesan pesan seks aman.
  2. Memberikan edukasi di daerah resiko tinggi seperti pangkalan truk, pelabuhan, dan lokalisasi dengan membagi-bagikan materi tentang HIV/AIDS dan seks aman. Selain di daerah beresiko tinggi tersebut, edukasi juga dilakukan di tempat-tempat nongkrong dan kampus kampus di Jakarta.
  3.  Menyediakan kondom dan lubrikan kepada sebuah klinik yang melayani kaum gay dan waria di Bali.

Lantas, bagaimana kita harus bersikap?

Masih tanya? Hmm.. jadi begini, saran saya, kita harus memulai dari dalam diri kita sendiri. Jika kita ingin melakukan hubungan seksual, mulailah niat ini dengan membeli kondom terlebih dahulu. Terus digunakan kondomnya, bukan ditiup-tiup karena kondom itu bukan balon.

Setelah kita pintar, ilmunya jangan disimpan sendiri. Berbagilah, terutama dengan orang terdekat. Tentang bahayanya seks bebas dan HIV/AIDS, juga beritahu mereka, bahwa pencegahannya semudah memakai kondom dan membelinya dari toko sekitar. Banyak kok merknya, kamu bisa pakai kondom sutra atau fiesta misalnya. Jika kamu orang yang mudah bosan, kamu bisa pilih bentuk dan rasa kondom yang bermacam-macam juga loh! Hehehe.
fiesta dan sutra. salah satu merk kondom di pasaran fiesta dan sutra. salah satu merk kondom di pasaran

Jadi, melalui Pekan Kondom Nasional 2012 ini, MARI KITA TINGKATKAN KESADARAN DALAM  BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGAN MENGGUNAKAN KONDOM ! 🙂

Sumber:

http://doktersehat.com/apa-itu-hiv-aids/

http://id.berita.yahoo.com/anak-muda-indonesia-diminta-pakai-kondom-103209695.html
http://www.emveemag.com/page.php?pid=120612213603

Posted using Tinydesk blog app

Iklan

12 pemikiran pada “Pekan Kondom Nasional 2012: Kondom? HIV/Aids? Apa itu?

  1. Kampanye semacam ini yang memang seharusnya dapat berlangsung secara terus-menerus, serta benar-benar didukung dan diimplementasikan dengan sebaik-baiknya oleh semua lapisan/ kalangan masyarakat.
    Mereka harus berpikiran terbuka, jangan menutup mata dengan hal yang terkait seks edukasi ini, apalagi seiring berkembangnya zaman dan pola kehidupan masing-masing.

  2. perilaku seks sehat dengan memakai kondom memang baik dan penting. Tp yang lebih penting dan wajib adalah perilaku seks halal, yakni seks dengan pasangan yang sah(suami/istri).
    seks bebas(zina) adalah sumber atau penyebab adanya HIV/AIDS. Seks bebas (zina) menggunakan kondom hanyalah tindakan sementara atau darurat (sesaat) mengatasi AIDS, hanya mengatasi gejala yg ada, bukan menyelesaikan sumber penyebabnya. Ke depannya, kita semua, pemerintah, LSM dan semua masyarakat harus melakukan tindakan yang menyelesaikan sumber masalah. Yaitu melarang seks bebas, baik heteroseksual maupun homoseksual bukan pasangan sah.

  3. semangat kondomisasi ssangat luar biasa; ada banyak hal yang sering dilupakan oleh pengelola negara ini. bagaiamana caranya mensosialisasikan “STOP ZINA” Allah sudah dari dulu memperingatkan dan memberikan contoh dihancurkannya Kaum Luth yang berperilaku menyimpang. “Kami percaya Allah, selama kita melakukan sex tanpa kondompun bisa aman apabila pasangan tersebut halal dan baik sesuai ajaran Islam. bahkan pasangan yang resmi dan halal yang menikah lebih dari 1 istripun belum ada data terkena HIV Aids. ‘KAMPANYE SEKARANG ADALAH STOP ZINA”

    1. betul mas.. kesadaran masing-masing sangatlah diperlukan. Ditambah dengan pembekalan secara agama masing-masing. Tentunya dengan cara yang tidak keras sehingga tidak menimbulkan reaksi antipati pada progmram yang dimaksud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s