Bangkok, heaven on earth.


Image

“Here I am in bangkok!” , kira-kira itulah perasaan saat pertama kali menginjak suvarnabhumi airport. Bandara modern ini cukup mewah dengan design apik dan rapih. Agak mengingatkan saya dengan changi airport singapore. Bagaimana jika kita bandingkan dengan Soekarno-hatta airport? Hm… agak tidak fair rasanya. Karena bandara kita masih sangat terlihat kuno jika dibandingkan dengan Suvarnabhumi. Bahkan dengan Dong Mueng airport sekalipun, soekarno hatta masih kalah bagus. Setidaknya menurut saya.

Duh, baru mulai cerita kok udah komentar pedes soal bandara negara sendiri ya. Hehe

Saat itu saya mengambil penerbangan paling pagi ke bangkok. Jam 8 pagi berangkat. Semuanya tepat waktu dan rapih sekali cabin crew nya. Jempolan untuk mandala airlines yang kini dibawah naungan maskapai Tiger Airways. Perlu diketahui, untuk low cost airlines lain seperti air asia, kalian akan di bawa mendarat di bandara Dong Mueng. Bandara ini dulunya merupakan bandara militer yang di alih fungsikan menjadi bandara komersil sekitar tahun 1998. Letaknya cukup jauh dari kota. Dan yang disayangkan, belum ada nya cityline rail service disini. Semacam monorail  kecepatan tinggi. Seperti MRT di singapore lah ya bentuknya. Rapih, bersih, semuanya teratur. Nah, rail service ini baru ,menghubungkan kota dengan Suvarnabhumi airport saja. Jadi pastikan jika kamu mengetahui dengan persis public transportation mana yang harus dipilih untuk menuju ke tempat peristirahatan nanti. Kalau bingung, dapat menggunakan taksi. Ke daerah siam, sekitar 250 baht. Kalau daerah lain, saya kurang begitu paham.

Yasudah, kalau begitu kita mulai aja ceritanya dari suvarnabhumi. Akses dari suvarnabhumi ke kota dapat menggunakan SA City line express, Taxi dan Bus. Kebetulan, tempat saya menginap di daerah siam cukup mudah di akses menggunakan SA city line express dengan rute:

Suvarnabhumi  –  phaya tai – pindah interchange ke BTS  – turun di pemberhentian saladaeng

Cost: 35 baht approximately

Ada kejadian yang cukup bikin elus dada, yaitu nyasar. Saat itu saya berangkat sendiri dari indonesia karena kawan saya, @rizvelino telah sampai 2 hari lebih awal di bangkok. Untuk berkomunikasi jangan lupa membeli provider lokal. Ini sangat penting untuk bertanya-tanya dengan kawan yang sudah lebih mengetahui tentang bangkok, atau juga kamu bisa menggunakan map. Tapi jangan lupa untuk mengubah bahasa map menjadi bahasa inggris karena kalau tidak, peta akan menjadi seperti ini *tepok jidat*

Image

Saat nyasar, saya sangat kebingungaan sekali karena hampir semua petunjuk jalan dituliskan dalam tulisan ini *tepok jidat dua kali*

Image
tulisan nama jalan

Akhirnya setelah berjalan hampir sekitar 2 jam, saya baru sampai di tempat istirahat saya tercinta: Wall Street Inn hotel di jalan thanon surawongse.

Image

Tapi, bukannya langsung istirahat, saya mesti menunggu teman saya yang sedang belanja pernak-pernik untuk anjingnya terlebih dahulu. Di daerah mo chit. Di sana terkenal  dengan pusat perbelanjaan tradisional yang bernama chatuchak. Pusat perbelanjaan Chatuchak terkenal karena disana menghampar penjual-penjual yang menjual barang dengan harga murah. Di sini juga banyak dijual barang-barang unik yang mungkin tidak dapat kamu temui di indonesia. Karena Chatuchak merupakan weekend market, kamu harus datang pada hari sabtu dan minggu.  Efektif datang pagi. Pasar ini mulai sepi menjelang sore hari.

Image
MBK mall di malam hari

Hari pertama di bangkok saya gunakan untuk belanja ke MBK mall. Jika di indonesia, mall ini dapat di sandingkan dengan  mall sekelas ITC, tapi dengan fasilitas toilet yang menurut saya jauh lebih bersih. Di salah satu toilet di MBK mall disediakan pula Kondom Machine. Dua kondom dapat ditebus dengan harga 10 baht.  Agak bingung sih kenapa ditempatkannya di toilet. Hihihi *jewer telinga karena pikiran yang melayang kemana-mana*

Image

Selesai belanja dari MBK mall saya menaiki sky bridge *maksudnya jembatan penyebrangan =))* dari MBK mall menuju ke Madame Tussaud. Tempat wisata ini dapat kamu temukan di lantai atas dari mall Siam Discovery. Di dalam Madame Tussaud dapat kamu temui banyak patung lilin artis-artis hollywood dan tokoh-tokoh terkenal dunia. Sangat mirip dengan aslinya. Biaya masuknya sekitar 800 baht tapi karena saat itu sedang promo saya dan teman saya hanya dikenakan 600 baht perorang.

Image

Setelah berfoto ria dengan replika lilin artis-artis hollywood, saya dan @rizvelino menyempatkan diri untuk makan di sebuah restoran jepang di sky dining nya. Saya pikir sky dining ini berkonsep seperti sky dining plaza semanggi. Dengan tempat makan bermodel outdoor di rooftop. Ternyata dugaan saya salah. Tempat makan ini hanya seperti restoran biasa.

Hari kedua juga merupakan hari belanja, saya dapat info dari @dimasnovriandi bahwa tempat belanja yang murah tapi bagus adalah di mall terminal 21. Maka berangkatlah kami kesana mengandalkan  BTS kami naik dari BTS Saladaeng dan turun di BTS Asok. Sesampainya di dalam mall kami sangat terkesima dengan besarnya mall terminal 21 ini. Untuk para pria, naiklah ke lantai khusus pria. Disana kalian menemukan surga belanja. Dan rata-rata harganya mulai dari 200 baht atau sekitar 60 ribu rupiah. Bahkan ada yang hanya 100 baht saja. Soal kualitas? Jangan di ragukan. Kualitas diatas produk indonesia dengan harga yang sama. Disini saya membeli cardigan, celana, dan kaos dengan harga yang sangat murah.

Image
mencoba sebelum membeli ( at terminal 21 mall )

Oiya, dekat dari terminal 21 ada musem yang saya  lupa namanya karena tidak jadi masuk. Saat itu museum tidak beroperasi. Mereka beroperasi dari hari selasa, sedang saat itu hari senin libur. Di sebelahnya ada black canyon coffee resto dengan konsep yang sangattttt ciamik!

Sekitar jam 2, kami pergi dari sana untuk menuju sungai  Chao Praya. Sungai ini adalah yang paling terkenal di thailand. Sungai ini membentang, melintasi berbagai macam wat yang terkenal. Termasuk grand palace yang konon dibangun dengan dilapisi emas. Saran saya, lakukanlah perjalanan menuju watt di sore hari, keindahan sunset dapat kamu nikmati dari wat arun atau dari sepanjang tepian sungai yang sangat indah untuk dinikmati. Jika kamu memiliki sedikit waktu, kunjungilah grand palace terlebih dahulu, lalu wat pho untuk melihat budha tidur yang terkenal itu.

Image

Dari sana, segera berkemas lalu naikilah tuktuk untuk berkeliling dari wat pho menuju wat arun. Dan nikmatilah bersihnya udara sekitar. FYI, disana jarang sekali saya melihat warganya merokok. Maka tak heran udara di bangkok cukup terasa segar di paru-paru. Selama menaiki tuk tuk dari wat pho menuju wat arun, kamu akan melewati jembatan yang melintasi chao praya, dari situ nikmatilah sunset yang indah. Lalu kamu akan dibawa berkeliling kota dengan trotoar yang bersih dari sampah. Sesampainya di wat arun, kamu bisa menaiki candi ini sampai ke puncaknya. Hati-hati karena lumayan curam. Jangan sampai kamu tidak menaiki puncak wat arun karena lelahnya perjalananmu akan terbayarkan oleh pemandangan yang dapat dilihat dari atas.

Image

Saat malam menyapa, jika kamu ingin menikmati city light view dari tepian sungai, naikilah perahu wisata. Dengan beberapa ratus baht saja, nikmati makan malam sambil melintasi sungai chao praya. Diiringi live music yang mengalun merdu dan pemandangan lampu-lampu dari rumah penduduk dan dari hotel-hotel berbintang di seputaran sungai Chao Praya.

Waktunya kembali ke hotel dan menikmati kehidupan malam disana. Hotel yang saya tempati berdekatan dengan patpong, wilayah yang terkenal dengan kerajaan prositusi legal di thailand. Saking dibebaskannya, dapat kamu temui pedagang berjualan dildo di pinggir jalan. Daerah ini pun disesaki oleh berbagai macam tempat makan. Cocok untuk kamu yang berani mencoba berbagai macam kuliner. Sayang sekali, selama disini saya hanya makan fast food waralaba yang biasa saya makan juga di jakarta. Soalnya saya tak dapat membedakan mana yang mengandung babi dan tidak.

Hari ketiga adalah hari terakhir saya berada di bangkok. Hari ini saya habiskan dengan thai massage untuk melepas lelah. Ditambah hari sedang hujan. Cocoklah untuk berdiam malams-malas di tempat pijat ini. Hanya dengan sekitar 400 baht, saya mendapatkan layanan 2 jam pijat. Dan ALLAAAHU AKBARRRR .. ENAK BANGET! Leher diputer, badan di tarik, kaki digulung, kepala dipijat, pokoknya capek langsung hilang. Oiya lupa, terhitung dua kali saya pijat, dan dua-duanya sempat tertidur. Untuk foot massage saya rekomendasikan di MBK Mall. Jadi setelah jalan-jalan kamu bisa pijat. Ditambah, di sana akan disuguhi teh yang sangat wangi dan rasanya enak. Baunya seperti vanila.

Image

Setelah relaksasi dan hujan berhenti, saya dan rizvelino segera mencari taksi untuk ke bandara Dong Mueng. Seperti saya ceritakan di awal, bandara Dong Mueng terhitung bandara tua di Thailand. Jadi fasilitas dan bentuk bangunannya tida sebagus Suvarnabhumi airport. Akan tetapi, tetap saja Dong Mueng lebih bagus dari bandara Soekarno Hatta. Duh miris.

Image
at Dong Mueng Airport. Bye bangkok! we will come again for sure!

Sekian cerita saya tentang bangkok trip ini. Ada yang berencana kesana? Then, HAVE FUN AND TELL ME YOUR STORY! J

Iklan

27 pemikiran pada “Bangkok, heaven on earth.

  1. Ifan, sayang sekali kalo ke BKK di weeksday, coba jika penerbangannya di weekend, karna jika kamu suka belanja ada ChakTuChak, surga belanja di bangkok. Atau ada di Mall Platinum kalo pake BTS turun di Soi Rachadewi, jalan kaki menyusuri dan melewati kedubes Indonesia, deket ke mall platinum, Platinum kayak Mangga Dua, murahhh bangettt..dan kalo mau belanja di Patpong coba deh jam mereka pas baru buka, pasti di kasih harga Murah,
    Menurut gue kalo kamu suka belanja, bangkok lah tujuan utamanya, Amazing Of Thailand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s