Impulsive travelling


Suatu sabtu siang menjelang sore di tanggal 9 Juni 2012 . Daku sedang mengademkan diri dengan hanya memakai celana kolor. Sambil sibuk bbman, daku mencari-cari kegiatan untuk dilakukan malam minggu bersama teman-teman. Biasalah jomblo happy.. Kayak gak ngerti aja.
Tiba-tiba ada bbm dari @umenumen
“Fan mau ke bali?”

Gue bingung.. Ini orang kesamber petir apa yak.. Tapi dugaan gue salah. Dia mungkin kesetrum colokan listrik biasa. Eng.. Yang jelas tawaran ini gak main-main!
Ternyata, beliau dapat titah dari kanjeng mamah ratu nyimas kece @wiwikwae untuk mencari pendamping liburan impulsivenya ke bali. Dan singkat cerita… Malam itu, setelah angkot ‘singa terbang’ delayed 80 menit. Daku sama @wiwikwae sampai di bali pada jam 01.00 AM WITA. Mbuh.. Malam banget, mana nyampe sana ketemu supir taksi yang mobilnya kayak bunker terus bawa mobilnya napsuin banget! *in a bad way yak.. Bukan napsu=horny. Okesip!*

Malampun sirna, maka terbitlah pagi.. Ketika bangun seranjang dengan @wiwikwae , daku sempet memeriksa keadaan celana dan tubuhku. Ternyata masih utuh. Maklum.. Khilaf biasa terjadi dalam sebuah persahabatan .. *jinjit ke sumur, kemudian loncat*
Saat pagi itu, I feel really amazed. To wake up in a strange place and feel strange is the art of travelling. That is what the least to me. Kebayang aja sih, kemaren masih koloran, besoknya udah dandan kece disuatu hotel di seputaran kuta.

Hal yang kami lakukan pertama kali adalah mencari sarapan, 2 restoran kami sambangi sebelum menemukan yang tepat. Pertama, kami masuk ke sebuah restoran seafood depan Discovery Plaza. Tempatnya bagus, dan harganya *nelen ludah* bagus b4N63udh !! Sampe akhirnya @wiwikwae blg “fan, mahal bener yak, satu porsi 2 ratus ribu. Cabut yuk!” , terus gue nanya “caranya?”
Kemudian mamah @wiwikwae pun beraksi. Diawali memanggil waiter, lalu “Mbak, disini seafood semua ya?” , “Iya bu, ini kan restaurant seafood” , “oh gitu ya.. Hmm… Gada makanan khas balinya ya?” , “iya bu, enggak ada” , “kalo nyari masakan bali dimana ya?”
Enggak mau tinggal diem, gue pun ikut rusuh, “Iya mbak, kita kan orang jauh. Mau coba makanan lokal.. ”

Dan akhirnya, setelah beralasan seperti itu, kami melenggang pergi dengan cekikikan. Dipikir-pikir, emang kemahalan sik kalo harganya segitu. Akhirnya kami bedua memilih restoran Chinnese Food yang tidak jauh dari WaterBoom Bali. Tempat ini daku rekomendasikan buat di datangi. Buka sekitar pukul 10.00 WITA, kamu udah bisa menikmati Udon yang seger, kwetiaw yg enak dengan harga sangat bersahabat. Untuk minuman, coba deh pesen iced coffe latte. Kopi yang dikasih susu dengan toping vanila ice cream, terus pake garnish cherry. Rasanya? Enaaakk.. Dan harganya hanya 25 ribu. Ini lebih murah dari jakarta, bung!
Total sarapan disini, habis sekitar 200 ribuan.

Berikutnya, kami mengunjungi Ocean 27 di kuta. Tepatnya di belakang Discovery Plaza, disana sudah menunggu @ulansabit yang akan bergabung dalam keriaan ini. Kami gak makan disini, hanya menikmati view pantai, dan keindahan tata bangunan lounge and bar resto ini. Lautnya biru.. and the wind blew smoothly over my hair. The sun was shining so bright. Recommended deh.

Sekitar jam 1 siang, kami cabut. Berangkat menuju warung made di sekitaran seminyak. Disana kami bertemu @kelakuan dan @7abrik yang baru selesai mengikuti “party like a boss” event bersama Farah Quinn. No no,, disana gue gak ketemu miss geboy tersebut. Katanya, chef cantik ini udah balik. Too bad 😥 Nyampe sini, @wiwikwae udah laper lagi. Tapi gue yakin dia cuman lapar mata, karena akhirnya gue yang bakal disuruh ngabisin booow..

Menu yang dipilih, bebek betutu, kangkung urap, sama mie goreng. Minuman yang gue pesen es jeruk nipis. Dan menurut gue, bebek betutu yang mereka sajikan rasanya “so-so” nothing special, padahal harganya cukup mahal. Yang gue suka sih es jeruk nipisnya. Asem banget. Jeruknya asli bukan konsentrat. That’s why it tasted so fresh. Dengan menu sebanyak ini, kocek yang dikeluarkan sekitar 400 ribuan.

Merasa belum cukup kami berkumpul, bergibah, dan ketawa-ketawa. Maka diputuskanlah untuk melihat sunset. Pertama kami mencoba ke batu belik. Sayang pantainya kotor banget, akhirnya pindah menuju kedonganan yang jaraknya lumayan jauh. And guess what? IT’S WORTH THE VIEW! Tempatnya cukup ramai dikunjungi orang. Tapi mereka ga berisiki. Daku masih bisa mendengar suara ombak yang memecah pasir pantai, burung yang bersahutan, dan angin yang berbisik. Terima kasih Tuhan, masih ada tempat setenang ini.

Dengan kursi yang diletakan di pesisir pantai, kami bisa dengan mudah menikmati pemandangan pantai plus sunset yang kemarin agak tertutup awan. Daku menikmati senja dengan secangkir teh yang dipesan @ulansabit. Entah kenapa, surga berada pada sececap teh yang aku minum. Indah sekali perasaan ini. Oh iya, teman yang baik dapat membuat perjalanan apapun menjadi menyenangkan. Beruntung, daku bersama orang – orang yang tepat. Dimana pertemuan ini, membuka hampir semua percakapan, Semua rahasia, semua kegundahan, tidak lupa tawa terselip diantaranya. Trip ini bukan hanya sebuah perjalanan biasa.

Pertemuan ini pun diakhiri dengan perpisahan @kelakuan yang harus mengambil flight malam, sedang aku dan @wiwikwae keesokan harinya.

Dalam perpisahan tersebut, hati kecilku meyakini sesuatu: Travelling is not always about happiness, sometimes we also find a new family.

Again, thx God.
I feel blessed.
Life is great,
Life is good..

See u next time, buddies 🙂

Iklan

10 pemikiran pada “Impulsive travelling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s