Mantan sebagai sebuah investasi.


Hualooo thinkers!
Udah lama ya gak bahas cinta-cintaan yang random dan gak penting gitu.
Daku sekarang mau bahas soal mantan yang (seharusnya) dapat menjadi kolega terbaik kita. Dapat membantu dalam banyak hal. Bantuan itu merupakan harta yang gak ternilai. Apalagi jika diberikan pada saat seseorang membutuhkannya. Oleh karena itu, daku mau bahas korelasi antara mantan dan investasi masa depan. Baik yang berhubungan dengan pekerjaan dia ataupun hobi mereka masing-masing.

Hal paling utama kalian mesti menentukan dulu akan menjadi apa kalian di masa depan. Misalnya, kamu pengen jadi penyanyi. Maka pacarilah seseorang dari kalangan musisi dan produser rekaman. Ini penting. Semakin dekat korelasi antara pekerjaan pacarmu sekarang dan visi masa depanmu, maka semakin bermanfaat pula mereka kelak *dikeplak*

Jika kalian termasuk tipe yang sebodo amat jangan khawatir. Yang begini lebih asik. Pacaran terbuka untuk segala jenis bidang pekerjaan. Dari hotel, maskapai penerbangan, pemilik restoran, pemilik travel. Nah bayangkan pas mau liburan kamu kontak semua mantan. Bisa jadi dari mulai dikasih diskonan, sampai bisa liburan gratis.

Inget, ini bukan sebuah pemanfaatan ya. Tadi itu hanyalah contoh ekstrem. Karena banyak hal mulia yang bisa dilakukan. Semacam apa coba? Semacam meminta mereka menyumbang untuk acara amal yang kamu buat. *sama ajaaaa* *didorong ke jurang*

Pesan daku, mintalah bantuan ketika benar-benar butuh. Jangan menjadi kegiatan yang reguler alias berkelanjutan. Misal saat nganggur. Mungkin mantanmu bisa membantumu mencarikan pekerjaan. Karena dia tentu akan lebih mementingkan orang yang pernah dicintainya dibanding orang yang asing sama sekali. *kemudian mewek*

Tapi, bantuan apapun yang kamu minta. Jangan sampai melukai perasaan pasanganmu yang sekarang. Diskusikan terlebih dahulu baik buruknya. Bukan gak mungkin, pasanganmu yang sekarang justru dapat lebih membantu memecahkan masalahmu.

Oh iya, tips di atas berlaku jika kamu putus baik-baik loh. Kesan di akhir hubungan, jauh lebih mengena dibanding kesan di awal hubungan.

So Thinkers,
Ini pendapat daku aja ya. Boleh di dengerin boleh enggak. Boleh juga di debat. Namanya juga ngelempar opini. Tapi daku sendiri bukan orang yang begitu kok. Yang kayak diatas. Beneran deh bukan .. *cegat angkot* *kabur*

*gambar diambil dari http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-k7fTGwCP2HgDWGi-SPdc0n2oR8BddfxtxG_Y15KEyC-zmtB2Sg

Iklan

8 pemikiran pada “Mantan sebagai sebuah investasi.

  1. hoohoo mana bisa, malu, gengsi, takut jadi selingkuhan mungkin beberapa alasan untuk “tidak berhubungan” intens lagi dengan mantan.

    gak enak banget kali datang minta bantuan aja..
    :))))))))

  2. wah, ngomongin mantan ya, kalau saya putus terakhir dengan buruk2, namun akhirnya sekarang udah bisa baik2 lagi, ngga saling dendam gtu, syukurlah, hehehe

  3. baru kepikiran setelah baca tulisan ini. jadi kalau mantan pacar = investasi, berarti semakin banyak mantan pacar, makin banyak dong tuh investasi..
    hahaha *mikir sambil senyum2.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s